Ini Cara yang Tepat Menyatakan Cinta

Tidak banyak perempuan yang berani untuk mengungkapkan perasaannya dan malah memilih untuk memendamnya entah sampai kapan. Sebenarnya, menyatakan cinta itu sah-sah saja selama anda menggunakan cara yang sopan dan tidak berlebihan.

Mengetahui Kadar Cinta Si Dia

Keingintahuan merupakan hal yang sangat wajar dalam kehidupan manusia. Keingintahuan dapat terkait dengan banyak hal dan salah satunya mengenai pasangan anda. Berikut beberapa tips untuk mengetahui kadar cinta si dia

Ada Banyak Cara Melupakan Mantan Pacar

Setiap hubungan percintaan pasti mengalami masa-masa yang sulit untuk bisa saling memahami perbedaan yang ada. Seringnya perbedaan tersebut malah membuat hubungan tersebut menjadi sangat buruk kualitasnya. Tidak jarang hal ini mengakibatkan putus cinta

Lewat Surat Cinta Bisa Lebih Ungkapkan Romantisme

E-mail, SMS, sampai instant messenger memang sangat mempermudah komunikasi kita dengan orang lain. Namun, ketika sedang menjalin kasih Anda pasti tak ingin menerima ucapan cinta melalui pesan singkat saja. Untuk mengatasi kebosanan dan membuat hubungan semakin romantis, tak ada salahnya untuk kembali menggunakan cara tradisional, yaitu surat cinta. Meski terbilang jadul, melalui surat cinta Anda bisa lebih puas mengungkapkan perasaan dengan kalimat yang lebih romantis. Apalagi jika surat itu Anda selipkan ke tangannya dilengkapi setangkai mawar merah.

Pada Bulan Merah Akankah Kau Pulang

Sampai penantian itu berbilang tahun --20 tahun hingga kini-- bagai kumbanng putus tali. Hilanng tanpa kendali. Andaikata pula ia tersesat, mestinya aku tahu di mana rimbanya. Kalaupun ia wafat, aku berharap tahu pula di mana tempat kuberziarah.

Doa Sebutir Peluru

Engkau teerdiam, bersarang di dalam leher seseorang setelah sebelumnya menerjang, berteriak garang. Engkau masih terdiam ketika leher yang kau lubangi itu mengucurkan darah merah, memulas tanah, mengguris hitam pada sejarah. Kemudian perlahan engkau meringis, mulai menangis, memaki segala macam tragedi sementara tubuhmu tak dapat bergerak, tetap berdiam di tubuh manusia malang itu.

Rabu, 12 September 2012

Memilih Waktu yang Tepat untuk Menikah

Menikah tentu waktu yang sangat anda impikan. Setiap orang yang telah menemukan pasangan ingin menikah. Menentukan waktu untuk menikah tidaklah mudah. Banyak hal yang harus anda ketahui dan cermati ketika anda merencakan pernikahan. Semuanya harus dipikirkan dengan matang agar apa yang anda inginkan bisa didapatkan.

Lalu bagaimana cara tepat memilih waktu menikah? Banyak hal yang harus anda pertimbangkan sebelum memilih tanggal yang tepat. Berikut ini beberapa tips tepat memilih waktu nikah yang tepat bagi anda.

Dalam semua agama, semua hari adalah hari baik dan semua tanggal adalah tanggal baik pula. Maka tepat memilih waktu nikah adalah ketika anda bisa memilih tanggal yang baik agar semua anggota keluarga bisa hadir dan memberikan doa restu kepada anda.

Anda bisa memilih waktu libur sekolah anak-anak atau waktu yang lainnya. Pastikan keluarga dari luar kota atau luar pulau juga bisa mengambil libur pada hari pernikahan anda.

Sebaiknya anda memilih hari minggu sebagai hari pernikahan anda. Pada hari minggu, sebagian besar orang akan libur dari pekerjaan serta dapat menghadiri pernikahan anda. Hari minggu menjadi salah satu tips tepat memilih waktu nikah yang baik.

Jika anda menyukai tanggal atau angka tertentu, anda bisa menggunakan tanggal cantik serta bulan cantik. Ini tidak wajib, hanya saja anda akan lebih mudah mengingat hari istimewa anda serta orang lainpun akan selalu mengingat pernikahan anda.

Pilihlah hari pernikahan yang tidak terlalu tergesa-gesa agar anda bisa mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Anda harus memastikan tempat dan semua komponen dalam pernikahan pada tanggal itu tersedia.

Memilih bulan yang baik seperti pertengahan tahun akan lebih baik karena hujan tidak akan sering terjadi. Ketika hujan anda akan kerepotan dengan segala hal. Oleh karena itu, memilih musim kemarau adalah tips tepat memilih waktu nikah.

Anda bebas menentukan waktu pernikahan anda, yang terpenting adalah mempersiapka segala sesuatu dengan maksimal agar hasilnya sesuai dengan apa yang kita harapkan. (perempuan)

Editor : Soegeng Haryadi
Sriwijaya Post - Rabu, 12 September 2012 13:17 WIB

Jika Profesi Jadi Pertimbangan Cari Jodoh


Ilustrasi: Dari survei muncul fakta bahwa ada lima bidang karier yang berpengaruh buruk pada kehidupan percintaan. Di antaranya: Media (jurnalis), Bisnis (pemilik usaha), Pelayanan Kesehatan, Real Estate dan Hukum.

Karier tak hanya berdampak pada status dan finansial, namun juga hubungan percintaan. Survei terbaru situs kencan online, eHarmony, menunjukkan bagaimana profesi dan pekerjaan Anda bisa membuat jauh dari jodoh, namun juga bisa membantu Anda menemukan pasangan yang tepat.

Sebagai catatan, tahun lalu, situs ini mengadakan survei bertajuk "Best And Worst Careers for Love". Dari survei ini muncul fakta bahwa ada lima bidang karier yang berpengaruh buruk pada kehidupan percintaan. Di antaranya: Media (jurnalis), Bisnis (pemilik usaha), Pelayanan Kesehatan, Real Estate dan Hukum. Mereka yang berkarier di bidang ini punya jam kerja yang panjang, sehingga sebagian orang kesulitan menjalin hubungan demi mendapatkan pasangan.

Meski begitu, bukan berarti kalangan sibuk ini tak bisa menemukan jodoh yang tepat. Survei terkini dari situs kencan online yang sama membuktikan, ada sejumlah pertimbangan dari kalangan profesional dalam mencari jodoh. Dalam mencari jodoh, biasanya kalangan profesional mempertimbangkan waktu bekerja.

Sebagian profesional sengaja mencari pasangan dari bidang karier dengan tingkat kesibukan setara. Dengan begitu, masing-masing pihak dapat memahami kesibukan pekerjaan dan karier, sehingga hubungan tak terganggu walau jarang bertemu atau tak leluasa meluangkan waktu bersama.

Survei ini menunjukkan, ternyata dokter menjalin komunikasi lebih sering dengan bankir. Hal ini terjadi karena para profesional yang sibuk ini mempertimbangkan waktu bekerja yang panjang, dampaknya terhadap hubungan. Lantaran sama-sama sibuk, keduanya pun merasa nyaman dalam membangun hubungan, karena masing-masing saling memahami kondisi pekerjaan. Alih-alih menuntut waktu bersama pasangan, keduanya akan memahami satu sama lain bahwa masing-masing menjalani profesi dengan jadwal ketat dan padat.

Meski begitu, sebagian profesional dengan jadwal kerja padat lebih memilih mencari pasangan yang bekerja dengan jadwal fleksibel. Misalnya, bankir dan analis berpasangan dengan guru.

Guru memiliki waktu bekerja yang lebih fleksibel dibandingkan bankir. Dengan waktu bekerja yang berbeda ini, pasangan guru dan bankir merasa lebih bisa saling melengkapi. Salah satu pihak, entah suami atau istri, punya waktu lebih luang untuk mendampingi anak-anak. Pertimbangan utama pasangan tipe ini di antaranya adalah meluangkan waktu lebih banyak untuk kepentingan keluarga.

Editor : Soegeng Haryadi
Sumber : Kompas.com
Sriwijaya Post - Selasa, 11 September 2012 10:50 WIB

Minggu, 09 September 2012

Bom Air Mata

Cerpen: Imam Safri Lukman

Hiro terdiam mendapati gerbang sekolahnya hancur. Asap putih dan debu-debu membaur dalam kepanikan. beberapa teman sekolahnya menagis, memegang kepala yang bocor, menjerit menahan perih kaki patah, bahkan meninggal.

Hiro masih mematung. Tak dapat bergerak. Hanya seragam putih-merah dan dasinya yang diayunkan angin. Ketakutan telah menyihirnya sedemikian rupa. Hingga suara sirine ambulance dan ban mobil patroli polisi yan berdecit membuyarkan kengerian Hiro. Seorang berpakaian medis menggendong bocah itu, membawa Hiro menjauh, memberi jalan pada puluhan orang berpakaian tebal serba hitam dengan tulisan besar di punggung mereka; "GEGANA"

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * *



"Bunda, Yuk Nika belum bangun?" Hiro masuk ruang pasien dengan terburu-buru. Melepaskan tas sekolah dan langsung menghampiri bundanya.

"Bun." Mata Nika kerjap dua kali. Lemah sekali, tapi cukup mengulas senyum Hiro dan bunda.

"Adikmu ini hampir setiap menit bertanya, kapan kamu bangun." Akhirnya bunda bisa tersenyum, memandang dua buah hatinya secara bergantian.

"Bunda, kenapa kakkiku?" Nika sesegukkan, jika saja tubuhnya tidak selemah sekarang, suara tangisnya akan jauh lebih menggema. Tapi isak mungil tersebut ternyata menyayat hati bunda dibandingkan ketika dulu Nika meraung saat boneka barbienya dirusak Hiro.

Tak ada penjelasan bunda tentang pertanyaan buah hatinya. Semua kata yang ia susun, hancur menjadi kebisuan.

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * *



Bunda cepat-cepat mengusap airmata, menyadari langkahnya telah sampai di depan rumah salah satu langganan.

"Bu Waluyo, ikan Bu."

Seorang ibu bertubuh gembrot, keluar. Mengucek-ngucek mata dan menguap tanpa menutup mulutnya yang menganga.

"Ikan tongkol dua kilo." Bu Waluyo menyodorkan selembar uang seratus ribuan. "Apa kabar anakmu? Masih sekolah kan?" lanjutnya.

"Masih, Alhamdulillah Bu."

"Ambil saja kembaliannya, buat uang jajan anakmu."

"Jangan Bu, ini terlalu banyak."

"Jangan nolak rezeki!"

"Terima kasih, Bu." Secuil senyum mengembang di wajah bunda. Meski tak seorangpun tahu, apakah senyum itu mampu membuat hatinya melupakan tiap kesedihan. Bahkan untuk sementara saja, membiarkan amnesia tentang masa lalu yang pilu.

* * * * * * * * * * * * * * * * * * * *



Malam menghitam, awan-awan bergerombol membawa gelayut titk-titik air. Dan benar saja, hujan turun berduyun-duyun membasahi. Menimbilkan orkestra gaduh di atap seng rimah bunda dan dua orang anaknya. Ya, mereka terpaksa pindah ke rumah yang jauh lebih kecil karena harus menjual rumah terdahulu.

Bunda buru-buru menutup jendela yang seperti hendak terlepas karena kekuatan angin. Rambut panjangannya ikut seliweran.

Hiro berlari, hendak menutup pintu depan.

"Saya duluan tidur, Pak. Besok pagi-pagi saya harus ke pelabuhan."

"Tunggu, ada yang harus aku bicarakan kepadamu." Waluyo menyeruput teh yang baru saja dihantarkan bunda. Bunda masih berdiri lima langkah dari pintu kamar. Satu-satunya kamar di rumah ini. Entah apa yang ada dipikiran bunda, perempuan itu seperti menangkap sesuatu hal penting yang akan ia dengar dari mulut Waluyo. Dan bunda mendekati, ikut bersimpuh di lantai semen yang dingin.

"A-ada apa, Pak?"

"Aku ingin memberimu ini." Waluyo membuka tasnya, mengeluarkan berikat-ikat uang yang sebagian lembap karena hujan.

"Astaga!" Bunda terkejut, tangan kirinya menutup mulutnya sendiri.

"Kau berhak mendapatkannya. Total keseluruhan lima puluh juta. Kau bisa membelikan kaki palsu yang bagus untuk anakmu, membiayai mereka sekolah dan keperluan lain."

"Omong kosong, mengapa tak pernah sampai ke tanganku?"

"Karena kami berjudi, dan judi ternyata memiliki candu yang luar biasa."

"Ha?"

"Jangan dipotong dulu! Suatu hari, seorang berambut pirang mengajak kami berbincang tentang agama,benar saja, kami seperti insaf dengan kata-kata dahsyatnya tentang agama. Tapi kami sebenarnya tak pernah dengar tuahnya tentang agama, yang kami dengar hanya kata-katanya tentang iming-iming uang yang banyak jika mau bergabung dengan kelompoknya. Dan kau tahu, pekerjaan kami adalah meledakkan bom."

"Baiklah, belum sempat dua minggu bergabung, pria berjenggot tersebut lalu memberi kami 'misi' untuk membunuh sekelompok sukarelawan dari Eropa, entahlah mengapa kami yang dipilih, mungkin karena hanya kami yang siap dan trlalu lugu dan dibutakan oleh uang. Kami hanya disuruh meledakkan bom di pelataran parkir penginapan mereka."

"Tempat yang kami ledakkan adalah sekolah Nika, Hiro dan anakmu! Mengapa tak kalian tembak saja sukarelawannya? Lihatlah, anakmu meninggal, Nika kehilangan kakinya!"

"Pertama, kami tak tahu jika anak-anak kami sekolah di sana. Bukankah sebelumnya mereka disekolahkan di tempat favorit? Mengapa kalian pindahkan? Kedua, kami tak pernah tahu jika ledakkan bakal sebesar itu, perkiraan kami ledakkannya hanya mampu menghancurkan penginapan sukarelawan tersebut. Dan ketiga, kami tak diajari cara menembak, belum pernah pegang senjata, dan jumlah sukarelawan itu puluhan."

"Cukup, keluar kau dan bawa uang-uangmu!" Bunda bangkit dan melemparkan setumpuk uang ke muka Waluyo.

"Dia belum mati?"

"Aku tak tahu. Tolong diambil uang ini, maaf karena baru malam ini aku punya keberanian untuk memberikannya padamu."

20 Tahun Kemudian.....



Hiro mengamati dari jauh. Hiro memicingkan mata, memandang ruko bertuliskan "Warung Makan Bunda" dari teropongnya. Seorang ibu berambut panjang sedang bercengkrama dengan gadis cantik, mereka sibuk mengantarkan pesanan. Sedikit terpincang, gadis cantik itu meletakkan sepiring nasi ke meja pelanggan. Mereka--pelanggan itu adalah sepasang suami istri, si istri tampak menguap dengan mulut menganga lebar.

"GELEGAAARR!!" sebuah dentuman besar terjadi di ruko tersebut. Asap putih dan debu-debu membaur dalam kepanikan. Kepanikan sekejap, karena tak ada yang bisa berteriak lebih lama. Ledakkan kedua menyusul. Lebih besar, lebih dahsyat dari bom air mata bunda. Kesedihan yang perempuan itu simpan seumur hidupnya, tersamarkan dalam senyum khas seorang ibu. (*)

Sumber: Citra Budaya
Sumatera Ekspres, Minggu, 9 September 2012

Lewat Surat Cinta Bisa Lebih Ungkapkan Romantisme

E-mail, SMS, sampai instant messenger memang sangat mempermudah komunikasi kita dengan orang lain. Namun, ketika sedang menjalin kasih Anda pasti tak ingin menerima ucapan cinta melalui pesan singkat saja.

Untuk mengatasi kebosanan dan membuat hubungan semakin romantis, tak ada salahnya untuk kembali menggunakan cara tradisional, yaitu surat cinta. Meski terbilang jadul, melalui surat cinta Anda bisa lebih puas mengungkapkan perasaan dengan kalimat yang lebih romantis. Apalagi jika surat itu Anda selipkan ke tangannya dilengkapi setangkai mawar merah.

"Meskipun Anda tak bisa menuliskan kalimat yang romantis, namun mengirimkan surat cinta kepada pasangan akan membuat si dia sangat senang dan tak akan melupakannya," ungkap Tom Chiarella, dalam artikelnya, How to Write (and Read) a Love Letter. Ketika menulis surat cinta untuk pasangan, perhatikan beberapa hal berikut ini.

1. Tenangkan diri Anda
Satu hal yang harus dilakukan ketika menulis surat adalah menenangkan diri. Duduklah dengan tenang, karena menulis surat membutuhkan waktu dan tidak bisa dilakukan dengan terburu-buru, karena surat cinta memiliki ritmenya tersendiri. "Ingatlah bahwa menulis surat tidak seperti saat Anda sedang menulis kartu ucapan atau memo," tukasnya.

Ketika menulis surat, tiga baris kalimat tidak dapat mewakili perasaan yang akan ditulis dalam tiga paragraf. Hal ini bukan berarti Anda harus menulis surat dengan kalimat yang panjang. Hanya saja, ketika menulis surat Anda bisa mencurahkan perasaan dalam kalimat yang lebih panjang dibandingkan saat menulis memo atau kartu ucapan. Sulitnya memulai untuk menulis ungkapan perasaan dalam surat biasanya disebabkan Anda selalu terburu-buru ketika melakukannya. Luangkan waktu untuk menulis surat cinta dengan hati dan pikiran yang tenang.

2. Bangkitkan kembali memori Anda berdua
Surat cinta tidak harus selalu berisi kalimat rayuan. Ada baiknya juga membangkitkan kenangan indah Anda berdua. Ceritakan sebuah kisah yang hanya Anda berdua yang tahu, atau ceritakan juga saat-saat dimana ia tidak menyadari bahwa Anda selalu memperhatikannya. Ceritakan secara rinci untuk menunjukkan apa yang Anda dan dia ingat, agar ia yakin Anda sangat memperhatikan dan mencintainya.

Surat Cinta

3. Gambarkan hal yang Anda sukai darinya
Surat cinta yang baik haruslah menjelaskan kekaguman dan perasaan Anda dengan konkret, bukan sekadar kata-kata manis. Gambarkan berbagai hal yang Anda sukai dari dirinya sebelum Anda menyampaikannya. Misalnya, "Aku melihat kamu menonton orang bermain catur di taman. Kayaknya tenang dan serius banget, dan aku suka cara kamu melihat dan memperhatikan sesuatu."

4. Jangan terlalu merayu
Sah saja jika menuliskan berbagai kata cinta, dan rayuan yang menggoda. Namun sebisa mungkin minimalkan rayuan gombal Anda, karena dengan terlalu banyak merayu, Anda justru akan membuat si dia merasa tidak nyaman dan tidak bebas. Ungkapan cinta yang terlalu banyak dan sering akan terkesan murahan, sedangkan ungkapan yang terbatas justru akan memberikan nilai tersendiri.

5. Ingatlah, surat itu ungkapan pribadi
Ungkapkan perasaan Anda dengan penuh kejujuran. Dalam surat cinta, Anda harus mendefinisikan arti cinta yang Anda rasakan. Biarkan dia tahu bahwa ia telah mengisi hari-hari Anda, dan membantu Anda menemukan arti hidup Anda.

Editor : Soegeng Haryadi
Sumber : Kompas.com
Sriwijaya Post - Sabtu, 24 Maret 2012

Minggu, 02 September 2012

Kisah Wong Arab di Kapal Titanic yang Terlupakan

Seratus tahun telah berlalu sejak tragedi tenggelamnya kapal pesiar Titanic. Tragedi itu dianggap sebagai musibah terburuk di lautan yang pernah terjadi dalam abad ke-20. Namun di tengah ramainya pemberitaan mengenai peristiwa itu, nyaris tak ada yang menyebut tentang para penumpang Arab yang tewas dalam kejadian itu.

Semua penumpang Arab yang tewas dalam tragedi itu berasal dari Libanon, kecuali seorang warga Mesir. Bukti keberadaan penumpang Arab di kapal Titanic tampak jelas dalam film legendaris tahun 1997 "Titanic" arahan sutradara James Cameron.

Dalam film yang dibintangi aktor Leonardo Di Caprio dan aktris Kate Winslet itu, seorang ibu berbahasa Arab terdengar menyuruh putrinya untuk bergegas saat kapal mulai tenggelam. Logat Libanon saat dia mengatakan "Ayo! Ayo!" dalam bahasa Arab jelas menunjukkan asal-usulnya.

Suaminya kemudian menjawab, juga dengan logat Libanon yang kental, "Tunggu! Kita lihat apa yang bisa kita lakukan." Pria itu kemudian membalik-balik halaman buku berisi denah kapal tersebut untuk mencoba mencari jalan keluar

Selain adegan yang hanya berlangsung sekitar enam detik tersebut, tak ada hal lain yang pernah terdengar mengenai warga Arab yang tewas dalam tragedi Titanic meski peristiwa itu dikenang tiap tahun.

Klip film tersebut diputar di stasiun televisi Al Arabiya hari ini dalam tayangan mengenai kisah para penumpang Arab yang menjadi korban Titanic. Media tersebut juga menayangkan rekaman asli dari satu-satunya rekaman video dalam kapal pesiar mewah tersebut saat berlayar menuju New York, Amerika Serikat. Video tersebut ditemukan 27 tahun silam.

Adalah desa Kafr Mishki di Distrik Rashaya District, sebelah tenggara Beirut, ibukota Libanon yang paling menderita dalam tragedi Titanic. Desa tersebut yang jumlah penduduknya ketika itu tidak lebih dari 500 jiwa, kehilangan 13 warganya dalam tragedi itu.

"Gereja Kafr Mishki akan menggelar misa pada Minggu untuk para korban dan jemaat akan mengheningkan cipta semenit untuk mengenang kematian mereka," kata kepala desa Khalil al-Sikli kepada Al Arabiya seperti dilansir Al Arabiya.net, yang dikutip detik.com, Senin (9/4/2012).

Diimbuhkan Sikli, lebih dari 11.000 warga asli Kafr Mishki telah beremigrasi ke beberapa bagian dunia dan saat ini tersebar di lima benua.

Diikuti kemudian oleh Desa Hardine di Distrik Batroun, Libanon utara yang juga kehilangan sejumlah warganya dalam tragedi Titanic. "Hardine kehilangan 11 warganya dalam (tragedi) Titanic," kata kepala desa Bakhous Sarkis Assaf kepada Al Arabiya.

Ditambahkan Assaf, seperti halnya Kafr Mishki, Hardine juga akan menggelar misa di gereja untuk mengenang para korban Titanic itu.

Berita Musi, 09.04.2012 19:51:28 WIB